Penjelasan Mengenai Hormon Androgen Pada Wanita dan Pengaruhnya Terhadap Timbulnya Masalah Jerawat

Hormone androgen biasa disebut sebagai hormone laki-laki, secara umum hormone ini mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan organ reproduksi atau organ seksual pria.

Namun, hormone androgen sebanarnya diproduksi pada wanita, meskipun tidak sebanyak laki-laki, namun hormone androgen tetap memiliki fungsi penting bagi organ reproduksi wanita.

Penjelasan Mengenai Hormon Androgen Pada Wanita dan Pengaruhnya Terhadap Timbulnya Masalah Jerawat

Pada umumnya, androgen bermanfaat untuk merangsang pembentukan otot, tulang, kulit, organ seksual dan sel darah merah.

Ketidakseimbangan atau peningkatan hormone Androgen pada wanita dapat menyebabkan hirsutisme (rambut tumbuh berlebihan di daerah-daerah yang tidak semestinya).

Aktivitas kelenjar sebum sangat dipengaruhi oleh hormone androgen. Kerja kelenjar hormone androgen ini semakin memuncak pada seseorang mencapai puncak pubertas.

semakin tinggi tingkat kerja hormone androgen, maka semain tinggi pula sekresi yang dihasilkan oleh kelenjar ini.

Sekresi kelenjar sebum pada pria lebih tinggi secara signifikan daripada pada wanita. Oleh karena itu, tidak heran jika wajah pria nampak lebih berminyak daripada wanita. Dan efek hormone androgen ini mulai berkurang pada wanita saat menjelang menopause.

Akibat Kelebihan Hormon Androgen Pada Kulit Wanita

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa hormone androgen yang berlebih dapat menyebabkan efek negative pada kulit dan kecantikan wanita.

Walaupun bukan merupakan keadaan yang fatal, namun dapat berefek social-psikologis dan mengurangi rasa percaya diri bahkan dapat mengurangi kualitas hidup.

Akibat yang ditimbulkan karena kelebihan hormone androgen adalah sebagai berikut ini:

  1. Kulit menjadi lebih berminyak dan komedo. Keadaan ini merupakan awal dari jerawat pada wajah
  2. Jerawat. Banyak factor yang dapat memicu timbulnya jerawat diantaranya adalah komedo, minyak dan peradangan (inflamasi). Belum lagi pengaruh luar seperti pemakaian kosmetik yang dapat menyumbat aliran sekresi kelenjar sebum ke permukaan dalam jangka panjang ditambah lagi dengan keadaan iklim tropis yang panas dan lembab.
  3. Hirsutisme. Sekitar 5-8 % wanita usia produktif menderita hirsutisme yaitu pola pertumbuhan atau distribusi rambut yang menyerupai pria.

Itulah sedikit penjelasan mengenai hormon androgen dan pengaruhnya bagi para wanita. Setelah mengetahui bagaimana hubungannya, tentu saja kamu akan sedikit hati-hati agar kondisi hormon androgen dalam tubuhmu seimbang.

Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai, semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya!!